Ulasan Buku : Wanita, Luka, Dan Akhir Yang Bahagia

Tajuk buku : Wanita, luka, dan akhir yang bahagia
Penulis : Tia Setiawati
Terbitan : Mediakita
Cetakan : 2019

 “Luka dan bahagia adalah dua hal yang serba berseberangan. Namun sejatinya hujan dan pelangi, luka dan bahagia adalah juga dua hal yang serupa..” (Hal.1)

 Buku ini ditulis khususnya untuk semua wanita, bagi yang pernah terluka dan kecewa, bagi yang suka memendam rasa dan tidak merasa diri berharga.

 Perlahan, amati kata penulis di awal naskah;

 “Jangan pernah menganggap sakit dan sedihmu hari ini adalah yang terburuk yang bisa dan pernah terjadi pada manusia. Lihatlah sekeliling, tanyakan bagaimana cerita dan pengalaman hidup mereka. Lalu bersyukur dan belajarlah.” (Hal.3)

 Kata-kata yang membina buat mereka yang sedang sendiri menanggung beban hati. Halus, menyusuk hingga ke sanubari. Teruskan bacaan, sampai nanti pembaca akan temui sedikit demi sedikit kata-kata yang bagaikan memukul diri sendiri. Mungkin secara tidak langsung pembaca akan menyedari banyak hal yang selama ini terjadi dengan kerelaan sendiri iaitu di sakiti berulang kali.

 Curahan hati dari ramai wanita, yang masing-masing memberi kepercayaan kepada penulis meski tak pernah bertemu mata, namun berharap ada yang sudi mendengar meski lewat jari jemari lembut menyusun seribu kata. Kerana itu naskah ini begitu menarik bagi sebahagian wanita, mungkin kerana pengalaman hidup yang hampir sama, disakiti, dikhianati, ditinggalkan tanpa bertali. Sedih, kecewa, lelah, marah, semua rasa berkumpul dalam satu nada.

 Begitulah wanita penuh dengan emosi sarat dengan kata-kata yang was-was untuk disuarakan maupun disembunyikan, kerana ianya soal hati dan jiwa yang merana.

 “Butuh banyak hal yang harus dilalui untuk bisa mengikhlaskan masa lalu dan menyembuhkan sakit hatimu.

 Kerananya, jangan bersedia berjalan mundur ketika diri sedang berproses maju.

 Sayangi diri sendiri. Hargai setiap waktu yang kau luangkan untuk dapat sembuh.” (Hal.115)

 Naskah ini akan membuat pembaca berfikir, mengapa wanita selalu merasa terluka dan tersakiti, meski kadangkala luka itu mereka rela untuk tanggung sendiri, dan kadangkala juga diberikan kepada mereka tanpa diingini. Sejenak, cubalah fahami dan selami setiap situasi wanita dalam memperjuangkan dan bertahan demi kebahagiaan mereka.

 Selamilah setiap nadi suara wanita dengan memiliki naskah yang cukup dengan curahan penuh perasaan ini. Selamat membaca!


Berminat untuk siarkan ulasan buku anda  ? Hantarkan kepada Konfess Buku melalui link ini. Artikel anda akan disiarkan di laman web dan media sosial Konfess Buku.

Jangan lupa untuk Like / Follow  Konfess Buku di :

Facebook  : Facebook.com/konfessbuku
Instagram  : Instagram.com/konfessbuku
Twitter       : Twitter.com/konfessbuku

#konfessbuku
#MalaysiaMembaca


Default image
Aishah Nerina
لا يشكر الله من لا يشكر الناس
Articles: 29